kepada-Mu aku mengadu....
Tuhan.... hatiku sedih sekali, orang yang kucintai lebih percaya nenek sihir.
Aku sedih bukan karena hatinya tidak berpihak kepadaku, padahal aku membelanya....
Tuhan kalau memang harus kehilangan hatinya, akupun rela asalkan dia bahagia.
Aku meminta di hadirat-Mu jadilah Allah yang adil.
Berperanglah bagiku, karena semuanya kuserahkan kepada-Mu.
Meskipun aku mencintainya setengah mati, tetap saja tidak ada gunanya.
Tuhan, aku benar-benar sedih sampai airmataku mengalir....
Orang yang kucintai sudah berbuat jahat padaku dan tetap berbuat merencanakan hal-hal jahat kepadaku.
Tuhan apakah Engkau akan menghukum dia.
Tuhan ingatlah akan daku, bahwa aku menyayanginya dengan segenap hatiku.
Namun lindungilah aku dari segala rencana jahatnya untuk-ku.
Meskipun kamu sudah sangat-sangat biadab serta jahat sama aku....... aku tetap mengasihimu dengan seluruh jiwaku.
Aku harap kamu bertobat sebelum tangan Tuhan yang adil menghajarmu dengan buah yang kau tanam.
Semua kebaikan tidak akan ada artinya bila dirimu hanya berbuat baik untuk dilihat orang namun kamu masih tetap merencanakan hal-hal jahat kepadaku.
Semoga Tuhan Yesus mengampuniku karena aku belum bisa mengampunimu.
Kamu selalu membuat aku meneteskan air mata tanpa henti.
Namun kasihku kepadamu mengalahkan kebencianku kepadamu.
Aku selalu sayang kamu.
Mungkin kalau aku sudah pergi jauh yang ada tinggal penyesalan dan kenangan yang tidak bisa kamu lupakan.
Atau mungkin dirimu lebih lega.
Namun satu hal yang tidak akan pernah aku lupa bahwa sudah dua kali kamu menyakiti hatiku dengan begitu hebatnya.
Semoga Tuhan mengampunimu, karena aku belum bisa mengampunimu sayangku.
Tuhan kuatkanlah hatiku supaya aku tetap bisa menyembah-Mu.
Amin