Terkadang lucu juga bila kita mencintai orang yang itu-itu saja, mungkin bagi orang lain membosankan. Namun aku bukan orang lain. Mencintai buatku adalah sakral dan hanya dapat kulakukan pada satu saja dalam satu kesempatan. Sekarang aku sangat mengasihimu dan aku mencintaimu lebih dari aku mengasihi diriku. Tidak terasa bila ada yang bertanya seberapa besar rasa sayangku maka aku akan menjawab bahkan nyawakupun akan kuberikan padanya hanya untuk melihat dia bahagia. Hal konyol inilah yang selalu dianggap kebanyakan orang terlalu berlebihan, terlalu naif dan terlalu tulus. Mereka tidak pernah tahu bahwa saat kita mencintai sudah seharusnya orang yang kita cintai menjadi dunia kita. Mungkin bagi mereka yang tidak mengerti mencintai harus ada alasan, mencintai karena orang itu ganteng, mencintai karena orang itu kaya, mencintai karena orang itu terkenal, mencintai karena orang itu bisa memberikan pujian ataupun romantis. Namun apabila pertanyaan itu dilontarkan kepadaku, menga...